kangen jkt48

Kangen ala Fans JKT48


Kangen..
Sebuah kata, dahsyat sih kalau menurut saya maknanya. Kalau kata kamus galau anak abg, kangen itu adalah ketika seseorang rindu / ingin bertemu dengan orang yang dia sayang..
Romantis yah?
Tapi belakangan ini, kata-kata kangen ini mulai banyak ‘seliweran’ di timeline para fans JKT48 nih, sampai kita-kita pun bingung, kok bisa sih sampai fans tersebut kangen sama oshi nya? Padahal temen bukan, pacar apalagi (mimpi jadi pacarnya boleh, sih) kok bisa kangen yah?

Nah akhirnya beberapa hari lalu kita coba tanya ke temen-temen di timeline kita, dan jawabannya pun beragam, dari mulai kangen senyumannya (fetish bibir kali) kangen mata, dan lain-lainnya.

Kali ini kita bakal beberin sedikit nih, beberapa klasifikasi tweet kangen yang berhasil dihimpun sama tim kita :

-Kangen foto
Kangen paling enteng menurut kita nih. Kalau yang ini berlaku buat temen-temen yang biasanya jarang nonton teater, dan juga pengagum wajah member JKT48 yang emang cantik dan beragam pula. Kangen yang ini paling banyak di timeline kita, dan paling sering nge-RT in tweet-tweet foto kita pastinya

-Kangen fisik
kalau kamu masuk kangen yang ini, berarti kamu tipikal orang yang suka hal-hal mendetail soal fisik member. Misal nih, kamu kangen liat Veranda yang emang pergelangan kakinya panjang banget, atau kamu kangen sama Melody yang mainin ponytail nya pas nyanyi, atau kamu yang kangen sama goyangannya Nabilah di Tenshippo.

-Kangen suara
Kalau kangen yang ini, biasanya oshi kamu punya suara yang unik dan memorable. Orang-orang yang masuk di kangen ini biasanya langsung adem kalau denger suara oshi nya (entah dari video G+, atau dari lagu) . Contoh simple nya sih misal kamu fans Haruka, lagi kangen, dengerin ‘keluarga dan tomat’ ala dia aja bisa bikin kamu ngebayangin dia terus. Atau suaranya Stella yang bener-bener nyejukin hati. Kadang, ada yang bisa sampai nangis loh denger suara oshinya!

-Kangen sifat
Kangen yang ini, biasanya kena ke orang yang oshi nya suka nyeleneh pas MC di teater. Suka kebayang-bayang terus gitu, dan pengennya momen di mana member tersebut melakukan hal/sifat dia yang kamu suka terulang-ulang. Contoh nya sih saya sendiri nih, paling kangen sama Annisa kalau dia MC di stage, pas dia nyeplos ‘gue, gue’ nya itu loh :”)

-Kangen semuanya
wah kalau yang ini, bisa dibilang kamu udah cinta mati sama oshi kamu, atau kasarnya sih, kamu gak punya pacar/gebetan untuk dikangenin (jomblo kali) , jadinya tiap kangen seseorang, kangen nya ke oshi kamu.

Jadi, mana tipe kangen kamu?

Mau Tiket Handshake JKT48? Ikutan di Sini!


Selamat malam🙂

Seperti yang sudah di post tadi sore di @creacloth48, malam ini saya akan bagiin tiket Handshake Yuuhi o Miteiruka😀

Langsung aja syaratnya nih :

1. Follow @creacloth48

2. Tweet dengan hashtag #HSYuuhi dan mention @creacloth48 apa yang akan kamu katakan kalau kamu bisa handshake dengan oshi kamu.

3. Kuis berlangsung sampai rabu malam (11 September) jam 7 dan langsung diumumkan jam 8

4. Keputusan tidak dapat diganggu gugat

5. Tiket diambil saat hari H di fX Senayan, Jakarta

Selamat ngetuit!🙂

*belum follow @creacloth48? cek widget di sebelah kanan web kita🙂

Tatapan Pertama, Surat Pertama


“Chant, buat nanti teriak-teriak pas JKT48 tampil.” , temanku menjelaskan isi kertas tersebut. Aku hanya melihat sesaat isi kertas kecil berwarna hijau tersebut tanpa terlalu peduli apa isinya karena waktu itu kupikir apalah pentingnya teriakan-teriakan semacam ini saat mereka tampil. Tapi kini malah aku yang penasaran soal hal ini.

Satu lagi yang Fajar beritahu kepadaku adalah soal oshi. Aku pun tidak mengerti apa yang dimaksud dengan oshi ini. Dalam otakku ketika mendengar kata oshi yang terbayang adalah OSI Layer –susunan lapisan pada pelajaran jaringan komputer-, tak lebih dari itu.

“Apalagi itu oshi, Jar?”, tanyaku penasaran.

“Duh gue juga bingung jelasinnya. Hmm semacam member favorit gitu, atau member yang paling lo dukung, Ham. “

Member yang kudukung? Aku tidak pernah memikirkan soal hal ini. Aku pun tak paham bagaimana cara mendukung mereka secara personal.Sedikit kudengar cerita dari orang-orang, kalau di dalam per-48-an ini ada salah satu cara untuk kita bisa ngobrol secara tidak langsung dengan oshi tersebut. Orang-orang tersebut memang tidak memiliki kontak langsung dengan para member JKT48, tapi mereka tetap bisa berinteraksi dengan mengirim hadiah untuk oshi mereka, atau mengirim surat untuk oshi tersebut.

Aku hanya termenung memikirkan soal oshi ini. Lamunanku soal istilah-istilah per-48-an yang Fajar beritahukan kepadaku terhenti pada kata oshi. Beberapa bulan aku mengikuti JKT48, aku tak pernah berpikir untuk mengirim surat atau bahkan memberikan hadiah kepada salah satu member JKT48.

“Mungkin aku akan coba untuk meng-oshi-kan seseorang.”, gumamku sambil terus memikirkan hal ini. Pikiranku melayang entah kemana hingga tiba-tiba aku berhenti pada suatu nama.

Devi Kinal Putri

“Kurasa dialah oshi-ku.”, aku memantapkan pilihan ini dalam hati. Entah mengapa hatiku terhenti pada nama ini. Kuperhatikan koleksi foto-foto JKT48 ku di handphone, berharap aku bisa menemukan satu atau dua foto kinal di sana. Aku terus mencari foto Kinal diantara ratusan foto yang ada di handphone ini, hingga akhirnya pilihanku berhenti pada suatu foto.

Resolusi fotonya tidak terlalu besar, tapi cukup jelas untuk dilihat dengan ukuran sebesat layar handphoneku. Kuperhatikan foto tersebut beberapa saat. Awalnya aku tidak menemukan sesuatu yang unik dari Kinal, tetapi aku terus melihat foti tersebut dan mataku terpaku pada senyumanya.

“Lucu banget sih..”, hatiku berdegup kencang saat melihat fotonya. Rasanya aku ingin menulis sebuah surat untuk dia. Aku ingin dia tahu kalau aku ada dan aku mendukung dia. Baru kali ini aku merasakan keinginan yang kuat untuk mendukung seseorang seperti ini. Dan orang pertama itu adalah Kinal.

Aku memutuskan untuk bergegas pulang ke rumah. Otakku dipenuhi oleh kata-kata untuk menulis surat pertamaku kepada Kinal. Dan bak gayung bersambut, hujan di luar pun mulai mereda seperti memberiku tanda untuk segera pulang. Kurapikan seluruh perlengkapan yang dari tadi kupakai untuk menhabiskan waktu di sini dan bergegas pergi dari foudcourt mall ini. Supaya cepat, aku berjalan menuju lift terdekat dan menunggu lift tersebut sampai di lantaiku.

Pintu lift ini memantulkan bayanganku. Walau agak samar, aku bisa sedikit membayangkan bagaimana orang melihat penampilanku dengan jaket merah serta celana jins ini. Tak lama menunggu, suara bel dari lift ini berbunyi dan menandakan kalau lift ini sudah sampai di lantai tempat aku berdiri. Pintu lift ini masih tertutup, dan beberapa detik berlalu pintu lift ini mulai terbuka perlahan. Aku bersiap-siap untuk masuk ke lift tersebut hingga tiba-tiba langkahku terhenti tepat di depan pintu lift yang sudah menganga di depanku. Apa yang kulihat di depan mataku secara langsung ini benar-benar membuatku terdiam, hatiku berdegup sangat, sangat cepat.

“Malaikat telah turun dari langit.”, aku berkata lirih ditengah detak jantung yang masih tidak teratur dan langkah kaki yang terhenti tiba-tiba ini.

————————————-

Aku menjatuhkan tubuhku pada kasur di kamarku. Sambil menatap langit-langit kamar, aku kembali membayangkan apa yang terjadi barusan. Terasa seperti mimpi, tapi berkali-kali pula aku mengatakan kalau itu adalah sebuah mimpi, berkali-kali pula logika ku menolaknya.

“K.. Kinal?”, aku coba menyapanya dengan agak terbata-bata, tanpa menyadari kalau dari tadi aku terlihat aneh di depannya.

“Haai.”, ia menyapaku. Aku terdiam, perlu beberapa saat bagiku untuk menyadari kalau ini bukanlah mimpi. Aku benar-benar ada di sini, di depan sebuah lift, dan bertemu dengan orang yang sangat aku kagumi di JKT48.

“Ngapain di luar terus? Kamu mau turun, kan?”, suara indah itu menyadarkan aku yang dari tadi hanya berdiri di depan pintu lift.

“Ah, iya iya. Maaf nal hehe.” Aku masuk ke dalam lift itu. Lift ini sebelum aku naik hanya ada Kinal di dalamnya. Jadi, sekarang hanya aku dan dia yang ada di lift ini. Aku sangat ingin ngobrol dengan Kinal, tapi benar-benar tidak tahu apa yang harus kukatakan kepadanya.

“Kamu tadi nonton kita, kan?”, Kinal yang mulai pembicaraan. Berada dalam satu lift, lalu ia memulai pembicaraan sambil tersenyum padaku, terasa seperti mimpi. Tapi ini bukan mimpi, begitulah yang ada dalam batinku sambil meyakinkan diriku sendiri kalau ini bukanlah sebuah mimpi.

“Eh, iya Nal. Perform kamu bagus banget tadi.”, aku menjawab pertanyaan yang ia lontarkan barusan. Ia tersenyum mendengar jawabanku, sedangkan aku makin kesulitan mengendalikan diriku sendiri yang terlalu sumringah melihat orang yang kukagumi tersenyum di depanku.

Lift ini terasa melambat seakan menginginkanku untuk bertahan lebih lama dengannya. Dalam benakku, aku ingin memperkenalkan namaku kepadanya. Setidaknya, agar dia tahu kalau aku ada dan akan selalu mendukungnya.

“Eh iya nal,”, kalimatku terhenti sesaat.

“Ya?”, iya membalas sambil melihat dengan tatapan penasaran kepadaku.

“Kenalin, nama saya Ilham, Nal. Saya nge-oshi-in kamu, jadi bakal terus coba buat selalu dukung kamu. Kamu yang semangat ya!”, aku menyelesaikan kalimatku seraya memperkenalkan diri. Ia membalas dengan senyumnya yang hingga sekarang masih terbayang-bayang di dalam benakku.

“Kayaknya gue harus buat letter nih.”, aku bangkit dari kasurku dan mulai mencari secarik kertas dan pulpen. Otakku dipenuhi dengan ide-ide untuk surat pertamaku untuk Kinal,dan sore ini aku membulatkan tekad untuk menulis semuanya.

Menulis surat ini tak semudah yang kubayangkan sebelumnya. Banyak ungkapan-ungkapan yang begitu ingin aku tuliskan tapi sangatlah sulit untuk menemukan kata-kata yang tepat untuk menuliskannya. Beberapa kertas yang sudah kuremas-remas berserakan dikamarku.

“Enam yah.”, aku bergumam sambil menghitungi kertas-kertas yang tergeletak itu. Sudah enam kali aku gagal menulis surat pertama untuknya, dan ini yang ke tujuh, aku tidak ingin gagal lagi.

Sinar matahari sore yang menerobos dari kaca jendela kamarku perlahan pun hilang. Tulisan di kertas ini perlahan-lahan semakin tidak terlihat. Aku menghentikan sejenak memikirkan persoalan surat ini yang sejak tadi kukerjakan di sini. Aku melemparkan tubuhku ke kasur, menutup kepalaku dengan bantal hingga makin gelap pandanganku. Headset yang dari tadi ada di atas kasur kupasangkan pada handphone ku dan kuletakkan di telingaku. Headset ini telah kusetting sedemikian rupa sound output nya agar sesuai dengan keinginanku. Dari handphone, aku menekan tombol auto-play yang ada di bagian atas handphone.

Jika kamu merasa bahagia
Semoga saat ini kan berlanjut
Selalu selalu selalu ku akan terus berharap
Walaupun ditiup angin
Ku akan lindungi bunga itu

Cinta itu suara yang
Tak mengharapkan jawaban
Tapi dikirimkan satu arah

Dibawah mentari tertawalah!
Menyanyi!
Menari!
Sebebasnya!

Karena kusuka suka dirimu
Ku akan selalu berada disini
Walau didalam keramaian
Tak apa tak kau sadari
(Aku suka!)
Karena kusuka suka dirimu
Hanya dengan bertemu denganmu
Perasaanku jadi hangat
Dan menjadi penuh

Disaat dirimu merasa resah
Berdiam diri aku mendengarkan
Ku beri payung yang kupakai tuk hindari hujan
Air mata yang terlinang
Kan ku seka dengan jari di anganku

Cinta bagai riak air
Meluas dengan perlahan
Yang pusatnya ialah dirimu
Walaupun sedih jangan menyerah
Kelangit!
Impian!
Lihatlah!

Kapanpun saat memikirkanmu
Bisa bertemu kebetulan itu
Hanya sekali dalam hidup
Ku percaya keajaiban
(Ku berharap!)
Kapanpun saat memikirkanmu
Aku pun bersyukur kepada tuhan
Saat ku toleh ke belakang
Ujung kekekalan

Karena kusuka suka dirimu
Ku akan selalu berada disini
Walau didalam keramaian
Tak apa tak kau sadari
(Aku suka!)
Karena kusuka suka dirimu
Hanya dengan bertemu denganmu
Perasaanku jadi hangat
Dan menjadi penuh

Ujung kekekalan….!!

Aku terdiam mendengar lagu ini. Lagu ini benar-benar indah.  Lirik-liriknya membuat ku kembali ingat kepada Kinal, perasaanku kepadanya, keinginan untuk mendukungnya, semuanya ada pada lirik lagu ini.

Aku bangun dari kasurku, kutekan tombol lampu yang ada di sampingku dan aku kembali bergegas untuk menulis sebuah surat. Ya, surat yang mewakili perasaaku kepada Kinal, sebuah dukungan kepadanya. Aku meremas-remas kertas ketujuh yang kupakai untuk menulis surat dan kubuang begitu saja ke lantai. Aku mengambil sebuah kertas baru dan pulpen yang tergeletak di lantai. Tanganku terus bergerak menulis semua kata-kata yang terus muncul dari dalam kepalaku.

Tak lama kemudian, sebuah kertas di depanku telah terisi penuh oleh kata-kata. Kubaca kembali tulisan-tulisan itu, dan aku menemukan sesuatu yang berbeda dari tujuh buah kertas yang tadi telah kubuang. Satu hal yang kurang dari surat-surat tadi yang baru saja kusadari, yaitu perasaan. Ya, aku telah menyampaikan perasaanku kepadanya lewat surat ini.

 

—–

Mampir yuk🙂

Beasiswa Ke Jepang!


Kedutaan Besar Jepang di Indonesia membuka pendaftaran bagi peminat J-POP Culture untuk diundang ke Jepang dalam kerangka JENESYS 2.0. Pendaftaran dibagi menjadi 3 kategori (Anime, Fashion, Entertainment), silakan mendaftar sesuai persyaratan di bawah ini.

Kategori:

  1. Anime (6 orang). Anime adalah salah satu bentuk J-POP Culture yang paling banyak diketahui oleh masyarakat luas. Dalam kategori ini, para peserta akan dapat menyaksikan langsung pembuatan Anime, bertukar pendapat dengan siswa sekolah jurusan animasi, dan merasakan langsung trend anime terkini di Jepang.
  2. Fashion (6 orang). Majalah Fashion seperti “Ray”, VIVI”, “an-an”, “JJ”, “can-can”, “WITH-MORE”, dll yang sudah dikenal di kawasan Asia, serta beragam “Kawai” Fashion sangat populer dikalangan anak muda di Asia. Dalam kategori ini, para peserta akan berkunjung ke sekolah fashion dan pusat fashion (Harajuku) Jepang sehingga dapat bersentuhan langsung dengan trend fashion terkini Jepang.
  3. Entertainment (6 orang). Jepang banyak mempromosikan Idol dan penyanyi terkenal sampai bahkan ke luar negeri. Dalam kategori ini, para peserta akan berkunjung ke Agent Pop Jepang (Avex, Johnny’s, AKB Group, dll), serta bertemu dengan bintang pop muda yang unik, sehingga dapat bersentuhan langsung dengan kegiatan promosi entertainment di Jepang.

Total 18 orang

Pendaftaran tidak boleh lebih dari satu kategori

Syarat pendaftaran:

  • Warga negara Indonesia
  • Mahasiswa/i berusia 18-30 tahun
  • Sehat jasmani dan rohani
  • Memiliki minat yang besar terhadap J-POP Culture, seperti Anime atau Fashion atau Entertainment
  • Mampu menggunakan bahasa Inggris sehari-hari
  • Dapat memperkenalkan budaya Indonesia
  • Membuat laporan dan presentasi mengenai program yang telah dilalui
  • Belum pernah mengikuti program JENESYS atau Kizuna

Batas akhir pendaftaran: Minggu, 25 Agustus 2013

Cara pendaftaran:
Mengisi form pendaftaran (download) , membuat video singkat berdurasi 2 menit yang dapat menggambarkan minat besar Anda dalam salah satu grup di atas (Anime, Fashion, Entertainment) dan dipost di youtube.

Kirim form, link video, dan scan KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) ke alamat email jenesys.indonesia@dj.mofa.go.jp

Cara seleksi
Seleksi berkas dan video akan dilakukan oleh Kedubes Jepang. Pendaftar yang lulus seleksi akan diundang untuk mengikuti program JENESYS 2.0. Hasil seleksi akan diumumkan akhir bulan Agustus melalui Website dan Facebook resmi Kedubes Jepang.

Jadwal kunjungan
30 September – 9 Oktober 2013

Sumber

[Pre-Order] T-shirt “Banyak Jalan Menuju Hati Oshimen”


Selamat malam :))

Kali ini kita kerjasama bareng @creacloth48, bakal buka PO T-shirt ini :))

banyakjalan

Spesifikasi :

Cotton combed 20s

Sablon Super white

Size available : S-XXXL

Harga : 75000 IDR (S-XL)

XXL + 7000 IDR

XXXL + 10000 IDR

Cara Pesan :

Post comment di bawah ini :

Nama :

Alamat :

Nomor HP :

Pesanan dan Size :

Twitter :

Pertanyaan bisa langsung ke twitter @creacloth48

Note :

-Pengiriman melalui JNE

-Ongkos kirim akan diberitahukan saat sesi transfer dibuka

-Pembayaran bisa melalui BCA, BNI

———————————————————————

Update pemesan :

1. Ilham M

2. Ilham L

3. Fadilah XL