292295_475884985761175_1836707955_n

Sayonara, Pajama Drive!

Sayonara, Pajama Drive!

Yap, sebaris kalimat yang akhirnya terucap juga, tepat setelah JOT mengumunkan Senshuuraku untuk Setlist pajama drive ini. Bukan, bukan karena gak rela atau masih belum pernah nonton pajama drive secara langsung, tapi lebih ke banyaknya kenangan di dalam perjalanan JKT48 1st stage ini, mulai dari sistem, teater, air mata, tawa, yap semuanya campur aduk jadi satu.

Tiap member dan fans pasti punya kenangannya masing-masing, dan kenangan itu pada akhirnya hanya bisa kita simpan di hati, sebagai suatu hal yang pernah mampir di hidup kita, dan mungkin akan sulit dilupakan.

Menilik ke belakang, jauh sebelum JKT48 punya teater, bahkan teater sementara, banyak orang-orang yang meragukan kapabilitas JKT48 dan member-membernya. Mulai dari mereka yang sok ngartis, yang egois, yang melanggar renai kinshi, ikut-ikutan popularitas AKB, dan komentar-komentar miring lainnya soal JKT48.

Dulu, saat banyak orang masih menyuarakan komentar-komentar miring soal JKT48, saya hanya menjadi pendengar bodoh tanpa tau apa yang mereka bandingkan

Maklum, saya tau dunia per-48-an ini ya semenjak JKT48 ini, jadi saya terhitung baru.

Perlahan, saya mulai paham apa yang mereka maksudkan. Dulu memang anggota-anggota JKT48 memang banyak yang seperti itu, tapi seiring dengan berjalannya waktu, semuanya berubah.

Ada yang sadar akan kesalahan, akhirnya merubah sikap.
Ada yang gigih memperjuangkan posisinya, akhirnya sekarang disayang dan direspect oleh berbagai orang.
Ada yang egois, sekarang mencoba berbaur.
Tetapi, ada juga yang tidak berubah juga, akhirnya memutuskan berkarir solo.

Semakin ke sini, JOT dan member semakin dewasa, menghadapi fans, sesama entertainer, dan masyarakat. Member telah berkembang pesat kedewasaannya, walau terkadang masih sedikit bersifat kekanak-kanakan juga.

Dulu pula, orang-orang selalu membombardir JOT dengan berbagai cercaan dan pertanyaan. Beberapa yang saya ingat diantaranya 5M, lalu hujatan-hujatan soal kapan JKT48 punya teater, karena memang itulah konsep dari AKB48, begitu kata mereka dulu
.
Dulu saya bingung, kenapa ada 5M, kenapa ada orang-orang yang meminta teater, dan lain halnya. Tapi perlahan pula, saya paham kenapa mereka menggerakkan 5M, supaya menyadarkan yang bersangkutan.

And see? Now she deserved the 0 spot.

Kenapa mereka ingin teater pun akhirnya saya paham, ingin interaksi yang intens dengan idolnya, untuk mencapai konsep “idol you can meet”. Soal teater ini, saya pun membayangkan kalau teater dibuka pada Januari lalu, berapa banyak hari yang akan dilalui oleh member JKT48 dengan teater kosong tanpa penonton. Membayangkan hal itu dan akhirnya memahami mengapa diadakannya teater sementara, mengorbankan sedikit mental JKT48 untuk tampil di acara-acara cuci2 jemur2 untuk menambah masyarakat yang tahu akan JKT48.

Semuanya pada akhirnya yang dulunya tabu untuk saya sekarang bisa dijelaskan dengan logika. Memang, dulu dan sekarang berbeda. Shonichi dan Senshuuraku pun berbeda walau yang dibawakan sama. Tapi, memang itulah tujuannya. Idol you can meet, berkembang bersama fans. Yep, sekarang bisa dilihat bagaimana mereka telah berkembang jauh dr Shonichi mereka.

Once again, hontou ni arigatou, Pajama Drive!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s